NOVEMBER

N o v e m b e r . . . . . Aku ingin menulis November. Perihal jatuh, kemudian rapuh. Perihal hilang, kemudian terbuang. Aku ingin diam saja dan tak menanti segala. Sebab, November terlalu penuh oleh luka menjelma tawa. Dan aku, terlalu jenuh untuk sekedar mencinta selayak musim lalu.

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a reply