6 Tips Agar Mendapat Gaji Layak

Apakah Anda sering merasa tidak mendapat kompensasi layak dibanding beratnya tanggung jawab yang Anda pikul? Berapa gaji yang sesuai untuk kemampuan dan jabatan Anda? Teknik negosiasi dan kemampuan asertif mudah dipelajari dengan ikut kursus atau membaca buku.

Tapi jika Anda ditampuk sebagai pemberi komando atau pimpinan, Anda harus percaya betul kalau Anda layak mendapat gaji yang sesuai. Tanpa keyakinan itu, Anda kekurangan motivasi untuk berdiri tegar dan kepercayaan diri untuk meyakinkan orang lain.

Sayangnya, banyak wanita yang cenderung menilai dirinya lebih rendah dari seharusnya. Mereka memberikan waktu dan kemampuannya secara gratis atau di harga standar karena tidak percaya kalau mereka sebenarnya bernilai lebih mahal. Apresiasi yang kurang terhadap diri sendiri ini berdampak pada perolehan gaji di bawah kelayakan Anda.

Menurut Barbara Stanny – penulis buku Secrets of Six-Figure Woman dan Overcoming Underearning, ratusan wanita karir bergaji tinggi yang pernah diwawancarainya mengaku kerap mempertanyakan nilai dirinya sendiri. Memang penting, tapi mereka tidak membiarkan hal ini jadi penghambat.

Sebaliknya, wanita-wanita ini mengembangkan kepercayaan diri dengan terus mendorong dirinya untuk bisa melakukan lebih, meminta apa sepantasnya mereka terima dan berani bilang tidak ketika diperlukan. Padahal mereka juga bergelut dengan rasa takut, ragu terhadap diri sendiri, jantung berdegup kencang dan lutut lemas.

Ingin punya uang lebih banyak karena Anda rasa layak mendapatkannya? Praktikkan 6 tips dari Barbara Stanny berikut ini, seperti dilansir dari Forbes.com (30/5/2012):

1. Berpikir besar,lalu lebih jauh dan besar lagiApa yang mayoritas kita lakukan adalah membatasi pendapatan dengan menurunkan ekspektasi kita. Apalagi wanita. Idenya adalah merubah pola pikir menjadi, apa imbalan yang layak untuk jasa Anda? Jangan hanya mengasumsikan apa atau berapa yang pasar mampu sediakan.

2. Riset sebelum tawar menawarSalah satu kesalahan terburuk yang kerap dibuat wanita adalah memilih angka yang terlalu rendah. Wanita pintar akan mencari nilai mereka di pasaran dengan meriset kisaran gaji rata-rata. Lalu mereka akan minta lebih tinggi dari yang ditawarkan supaya bisa punya ruang lebih banyak untuk ‘bermanuver’.

3. InisiatifTunjukkan bukti-bukti nyata tentang apa yang bisa Anda berikan. Mungkin Anda dulu pernah menyelamatkan mantan perusahaan dari kehilangan sekian ratus juta rupiah atau pernah menelurkan ide yang berhasil melipatgandakan penjualan. Setiap Anda mengemban tanggung jawab yang lebih berat, sukses menuntaskan sebuah tangangan, menciptakan perubahan positif, simpanlah bukti-bukti tersebut. Dokumentasi itu jadi bukti efektif untuk mendemonstrasikan nilai Anda terhadap sebuah organisasi.

4. ‘Hipnotis’ diri sendiriSihir diri Anda dengan pernyataan positif yang diekspresikan seolah-olah hal itu sudah terjadi. Sebagai contoh, “Saya yakin bisa meminta apa yang saya mau.” “Saya layak mendapat uang lebih banyak dalam hidup saya.” Tulis dan bacalah kalimat ini sesering mungkin.

5. Cari tantangan di area baruKejadian di salah satu aspek hidup punya efek domino pada aspek lainnya. Jika Anda merasa tidak sanggup terjun mengerjakan sebuah tugas berat atau minta kenaikan gaji, coba daftar kursus seni atau olahraga ekstrim. Apa pun yang belum pernah Anda coba dan memaksa Anda keluar dari zona nyaman. Hal ini bisa membantu Anda membangun kepercayaan diri dan penghargaan diri sendiri.

6. Bersikap seperti Anda memang layak mendapatkannya
Minta gaji tinggi memang butuh keberanian luar biasa. Dan sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah cukup berani untuk melakukannya. Tapi bukan berarti Anda bisa menutupi bahwa Anda memang menginginkannya. Bahkan orang-orang yang bergaji tinggi itu sering meragukan ‘harga’ diri mereka yang sebenarnya. Tapi bagi dunia luar, mereka tampak tidak kenal takut. Itulah kuncinya. Saat Anda bersikap seperti layak mendapatkan gaji sebesar itu, otomatis orang lain juga terpengaruh dan percaya bahwa Anda layak.

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a reply